Kampung Academia NTT

Kampungnya orang kampung NTT

irene dethan

pendidikan adalah investasi jangka panjang

bila anda memikirkan tentang masa depan negara seratus tahun mendatang berikan pendidikan yang layak bagi bangsamu, kira-kira demikian pemikiran filsuf timur, beta lupa namanya.....dalam kehidupan nyata kita di bumi pertiwi ini....bagaimana penilaian dan apa yang kita alami sekarang ? benarkah pendidikan juga telah dipolitisir ? maukah mereka mempertaruhkan jabatan untuk investasi jangka panjang yang mungkin tidak akan pernah 'dirasakan' olehnya saat sekarang ?masihkan ada idealisme itu ? karena kebodohan adalah senjata pamungkas untuk menghancurkan sebuah bangsa.sadarkah kita?

Tags: pendidikan

Share

Reply to This

Replies to This Discussion

kebodohan bukan saja menjadi senjata pamungkas untuk menghancurkan sebuah bangsa....

tetapi kebodohan di negara kita memang telah terkondisikan....
dibuktikan melalui pendidikan di daerah2 indonesia timur yang semakin tidak mendapat perhatian dari pemerintah......


mereka(pemerintah) hanya berorientasi pada pendidikan di ibukota....
inikah yang namanya ADIL?????

padahal kalau mau dilihat...banyak aktor2 intelektual yang berasal dari NTT....


WOI ORANG NTT SADAR KO SONDE KETONG NI PUNYA POTENSI............


beta punya mimpi bahwa suatu saat pendidikan yang bagus bukan saja dapat dinikmati oleh mereka yang tinggal di ibu kota, tetapi oleh ketong yang ada di daerah....


HIDUP ORANG NTT

Reply to This

Dengan anggaran pendidikan yang hanya 1.5% dari APBN kita tidak bisa berharap banyak dari pemerintah. Persuasive etnis juga bukan cara yang bijak. Membuka peluang pendidikan berantai bisa menjadi alternative. Misalnya setiap orang (syukur-syukur kalau sarjana) yang sudah mempunyai pekerjaan wajib membiayai menyekolahkan setidaknya satu anggota keluarga atau kenalan. Jadikan ini sebagai obligasi materil. Kalau tunggu berkecukupan; tidak akan pernah cukup, kebutuhan selalu menyesuaikan diri dengan penghasilan atau malah melebihi. Salam dari New York

Reply to This

HIDUP NTT JUGA BUNG,,,,,

Beta juga yakin dengan impian bung
saya dukung dengan doa,,,semoaga impiannya jadi kenyataan,
tapi,,,,,,,,,,ada satu pertanyaan yg selalu menghantui pemikiran saya.

<<i>b>Sampai Kapan Manusia2 yg Rakus Akan Uang Rakyat Itu sadar Kalo KORUPSI
Itu Membunuh Nasib Anak Bangsa.>

Wahai orang NTT yg sudah sukses,,,,,,,,nengoklah ke belakang sejenak,,,,,,
Aakah yg telah engkau tinggalkan tuk daerahmu.....ilmu,harta,,,ataukah DOSA.

Tks

kay_alor@yahoo.com

Reply to This

Kebodohan Adalah Racun bagi Generasi Bangsa

Jika seseorang sadar akan sejenis racun yg mematikan,pasti orang tersebut berusaha untuk tidak keracunan....
maka jika anda tau bahwa bodoh adalah racun,,,,,maka janganlah jdikan dirimu sebagai orang yang bodoh...........

kay_alor@yahoo.com

Reply to This

Ok.. beta setuju 100 % bu deng usi dong bahwa pendidikan yang baik merupakan hal yang paling mendasar untuk dicapai demi memperbaiki taraf hidup seseorang yang korelasinya keluarga, bangsa 'n negara pun menjadi lebih baik apabila setiap anak bangsa menyadari hal ini. beta dr dulu termasuk yg suka bersama teman2 berpanas-panasan di jalanan ataupun berteriak keras di dalam gedung dikala mempunyai kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan pikiran kepada orang-orang yg berkompeten dlm me-manage pemerintahan negara tercinta ini.
Kondisi bangsa ' negara kita bukannya semakin hari semakin baik tapi sebaliknya malah terjun bebas ke dalam jurang kemiskinan, kebodohan, kemalasan, dengki, irihati, frustrasi... pokoknya semua yang menjadikan bangsa ini hancur berantakan. sekarang.. be.. sadar untuk berhenti berteriak 'n mengeluh karena sepertinya tidak ada faedahnya, beta berusaha untuk berpikir kreatif dan berinovatif sehingga sisa2 potensi yang ada dalam diri beta lebih explored. Ini semua membutuhkan fighting spirit yang kuat, doa serta yakin bahwa apa yang beta lakukan benar dimata Tuhan 'n sesama...

Reply to This

Sebagai orang NTT yang sadar akan pentingnya pendidikan buat generasi penerus, alangkah baiknya kalau ketong juga ikut andil terlibat secara langsung. Tidak harus menunggu kita hidup berkecukupan. Seperti sudah disebutkan diatas, mungkin ketong bisa mulai dengan membantu satu famili untuk melanjutkan sekolah, dst, dst.

Beta ingat waktu masih sekolah dan tinggal dengan orang tua di Kupang, beta punya banyak saudara asuh dari TTS. Mereka bukan sodara atau famili langsung tapi mereka mau sekolah, jadi beta pung orang tua yang dua2nya pendidik menampung mereka., sampai ada yang lulus dari Undana. Memang waktu itu pendidikan tidak semahal sekarang, tetapi mungkin kita juga bisa mulai dengan usaha yang mirip, dengan mensponsori 1 anak NTT untuk bisa melanjutkan sekolahnya. Program anak asuh Ibu Halimah Trihatmojo jaman orba dulu saya kira sangat bagus, tartau sekarang masih jalan ko sonde. Ketong sonde perlu dengan usaha sekaliber itu, but dengan membantu one child at a time mungkin akan memberikan dampak yang besar juga nantinya.

Kalau pemerintah sonde mau peduli, ketong bisa apa untuk bisa paksa mereka? Ketong bisa mulai dari ketong sendiri. Beta sendiri sangat2 terbeban dengan literacy and education program di Kupang. Beta sonde bisa berbuat banyak dan sonde punya uang banyak untuk mulai ikut andil membantu, tapi beta akan mulai dari hal yang kecil,

Sudah saatnya kita tidak usah menyalahkan siapapun, tapi mulai ikut andil membantu dengan cara sekecil apapun.

Beta akan ke Kupang bulan Oktober untuk mempersiapkan pembukaan perpustakaan dan learning center untuk anak2 disekitar Kupang. Buat anggota kampung akademia NTT yang mau ikut andil, silahkan ikutan, mungkin ketong bisa sama2 memikirkan bagaimana agar proyek ini bisa membantu character building dan kecintaan membaca adik2 kita di Kupang.

Salam cinta pendidikan dari Seattle, Washington
Nanik Trickey
http://www.roniklibrary.org

Reply to This

kok sonde terdengar kegiatan di Kupangnya..... padahal beta ju mau ikutan loh. na beta minta no. hp kalau sonde keberatan. trims

Reply to This

hallo semua kaka dan ade, saudara dong, boleh gabung dalam diskusi khan?? saya rasa hal yang paling penting dalam pendidikan adalah dimulai dari keluarga. Bila bicara soal pendidikan, orang yang paling saya banggakan adalh orang tua saya. Adalah filosofi orang tua saya dimana makan pake garam pung tak mengapa asal pendidikan terbaik dapat dinikmati anak anak mereka. Kami sebagai anak tidak pernah dijanjikan harta warisan baik itu emas ataupun tanah. Hanya pendidikan yang akan menjadi pegangan hidup kami untuk melanjutkan perjuangan hidup. KAmi diajarkan untuk hidup sederhana karena biaya hidup keluarga akan meningkat jika banyak tuntutan material dari kami anak anak and thanks to God, it's all worthy. Dengan banyaknya tawaran material masa sekarang kadang menyebabkan pendidkan terbaik bukan menjadi prioritas utama keluarga. . Bila sebuah keluarga di bumi pertiwi ini bisa menyadari dan memulainya, tentunya akan banyak anak bangsa yang dapat diselamatkan dari kebodohan. Salam.

Reply to This

Setuju dengan Ina pung pendapat, karena pendidikan di Indonesia sudah terpuruk dibanding dengan negara tetangga Malaysia apalagi dengan Singapura.. Pada jaman dulu guru-guru di Malaysia ambil dari guru Indonesia namun sekarang berbalik kembali...
Menurut saya penyebab keterpurukan pendidikan adalah :
1. Pemerintah kurang becus menangani manajemen pendidikan, mulai dari sistem kurikulum pendidikan sampai
dengan tekhnik pengajaran yang tidak berkembang;
2. Alokasi dana pendidikan kurang terbukti dengan gejolak demo guru-guru dimana-mana akibat kurang
diperhatikan kesejahteraan, padahal masih kecil kita diajarkan guru adalah pahlawan tanpa jasa..setelah besar menjadi
pemimpin lupa daratan, lupa segalanya..
3.Paradigma pemerintah masih lama menganggap murid, siswa dan mahasiswa hanya sebatas obyek pemeras biaya
negara tetapi sebenarnya itu merupakan investasi negara (human recouces investmen)..
4.Pemerintah masih berkutat hanya memikirkan politik dengan mengabaikan dunia pendidikan, arti alokasi dana
sangat minim jika dibandingkan dengan alokasi dana untuk kepentingan politik elit-elit kekuasaan. Dunia pendidikan
dikorbankan.
5.Sebenarnya ada anak-anak kita yang brilian dapat menciptalkan inovasi baru (komuputer, robot dsb) tetapi kembali pada
masalah utama mereka itu tidak diperhatikan lebih baik anak-anak itu lari menjadi warga dunia dari pada menjadi warga
Indonesia. Mereka diakui di Luar Negeri..karena budaya kita yang suka IRI SESAMA. saliang baku sikut, saling makan-memakan dan menjatuhkan....
Jadi sekarang katong urus diri masing-masing ko perhatikan katong pung ana sa..supaya kalo perlu dia bisa jadi Presiden AS Barack Obama yang tanpa bantuan uang pemerintah......
Sampaikapan ini akan berhenti.... jawabannya tanyakan pada rumput yang bergoyang (sebaik lagu Ebit G Ade).

Reply to This

Bt setuju dengan statement bahwa Orang NTT juga punya potensi. Tapi kita harus melihat sesuatu yang lebih real yg terjadi di dalam masyarakat. Meskipun kita mempunyai potensi, tapi tanpa sarana dan prasarana yang memadai pasti potensi itu tidak akan tergali dengan maksimal. Contoh kasus dan ini kenyataan yang bt lihat, bhwa ada seorang kenalannya beta mempunyai kemapuan IQ di atas rata-rata tapi harus berhenti sekolah, karena secara finansial orang tuanya tidak mampu untuk membiayainya.
Mestinya pemerintah lebih concern untuk hal-hal seperti ini, misalnya dengan memberikan beasiswa kepada setiap anak yg berprestasi di sekolah-sekolah yang ada di Kota Kupang. Kebijaksanaan untuk pemberian beasiswa bisa didiskusikan dengan aparat yang terkait dan semoga lebih transparan..

Berbicara soal bantuan pemerintah NTT dalam hal beasiswa selama ini, beta rasa masih sangat terbatas pada kalangan tertentu saja dan sangat sedikit akses untuk masyarakat luas. Contohnya hanya berlaku bagi kalangan PNS, Mahasiswa beberapa perguruan tinggi dan tidak luput anak-anak pejabat pun ikut andil dalam beasiswa tersebut yang sebenarnya otaknya pas-pasan dibanding anak petani atau buruh yang IQ mereka di atas rata-rata..sangat menyedihkan bahwa seorang anak pejabat mendapat beasiswa padahal orang tuanya memiliki penghasilan di atas rata-rata..mestinya rakyat kecil diperhatikan juga.

Beta sedikit memberikan perhatian soal beasiswa ini karena beta sendiri mengalaminya. Beta pernah mendatangi beberapa orang pejabat teras untuk meminta bantuan soal beasiswa abroad. Yang beta dapat hanyalah jawaban-jawaban diplomatis dan penuh dengan birokrasi yg harus disertai amplop tertutup. It's disgusting. Akhirnya bt coba untuk pergi ke AusAID untuk mencoba mendapatkan beasiswa dari lembaga tersebut. Tapi syarat-syaratnya itu sangat memberatkan. Bahwa nanti bt harus kembali ke indonesia dan tidak boleh ada hubungan dengan orang luar. Jika itu di langgar, maka semua pembiayaan harus diganti. Wah..it's too risky, karena bt mempunyai hubungan dengan seorang european dan harus mengikutinya untuk tinggal di luar. Yah, akhirnya demi cita-cita, bt harus merogoh kocek pribadi dan bekerja keras membiayai semuanya itu.

Tidakkah pemerintah NTT cinta anak negerinya? Adakah hati nurani mereka tergerak untuk memberikan bantuan kepada yang tidak mampu? Relakah istri-istri para pejabat menanggalkan perhiasan mereka dan berhenti shopping ke singapore demi membantu yang berkekurangan? Sadarkah mereka bahwa bahwa uang shopping tersebut bisa mencerdaskan kehidupan anak-anak NTT? Apakah pemerintah NTT bisa mengalokasikan dana pendidikan lebih transparan tanpa pungli dan bagi hasil? Dan apakah nantinya pemerintah NTT bisa memberikan beasiswa kepada masyarakat luas, baik itu beasiswa nasional dan internasional tanpa syarat-syarat yang memberatkan dan tanpa adanya perjanjian kontrak untuk terikat dg suatu lembaga tertentu?
Bukankah sebagai anak daerah kita tetap bisa memberikan kontribusi kepada daerah kita, tidak peduli dimanapun kita berada?..

Semoga ada yang punya pikiran seperti bt..

Salam..

Reply to This

RSS

About

masboi masboi created this Ning Network.

Latest Activity

November 10
November 3
Addie Nappoe bandung hujan lagi euy.....
October 26
Prisilia and Roy Riwu Rohi are now friends
October 25
Addie Nappoe i miss u kupang city....!!
October 22
eLis Runesi Lagi Sariawan nech...
October 22
RG pengen liat koment.. btw kok pada sepi sih? ayo dong.. jangn ditinggalin nih kampung :D mau sibuk sm fcbook tp ttp buka kampung NTT ok all..
October 21
Ricky Meco and alfred manehat are now friends
October 9

Badge

Loading…

© 2009   Created by masboi on Ning.   Create a Ning Network!

Badges  |  Report an Issue  |  Privacy  |  Terms of Service