Sorry kalo ada yang merasa terganggu dengan diskusi yang satu ini, tapi apalah gunanya jika forum yang sudah ada tidak dimanfaatkan secara optimal. saya tahu banyak orang NTT yang memiliki keahlian, minat, bakat ataupun pengalaman dan mungkin juga pendapat mengenai suatu peristiwa yang sedang terjadi sekarang atau kapan pun itu waktunya. forum ini memang tidak menjelaskan secara khusus mengenai hal-hal apa yang akan dibahas setiap harinya, atau degan kata lain tidak ada kegiatan rutin yang bisa dilakukan di forum ini. oleh karena itu marilah teman-teman semua yang mau/sudah bergabung dan dianggap sebagai academia bisa memberikan suatu kontribusi bagi forum ini. Ok bro!!
sepakat bung............ untuk itu memnag kita perlu untuk menghidupkan sekian diskusi yang ada dan yang masuk.
mungkin kita perlu belajar bahwa para era perjuangan kemerdekaan Sukarno dengan Bandumg study club-nya, Hatta dengan Perhimpunan Indonesianya........ yang kemudian coba untuk melakukan sekian perlawanan intelektual ketika organisasi sosial politik di larang oleh pemth kolonial Belanda pada saat itu.
forum ini mungkin bisa jadi media bagi kita untuk untuk mengodog sekian pemikiran kita.........................ungkin saj bisa kita pakai untuk bangun NTT dengan kondisi seperti diatas.
Mari kita maksimalkan forum ini, ya seandainya kita tidak dapat menjangkau secara langsung daerah dimana kita berasal setidaknya kita dapat memantau, memberikan inspirasi, masukan2 yang positif untuk kemajuan bersama...
Bukan berarti kalau kita di tanah rantau dan menetap di tanah rantau kita truss tidak mau tahu perkembangan didaerah.
Siapa lagi yang harus memikirkan kemajuan daerah sendiri jika bukan generasi asal daerah tersebut?
Disamping itu forum ini bisa dijadikan sebagai tempat sharing... ilmu pengetahuan, informasi berita, pertumbuhan rohani, dan masih banyak lagi....manfaat yang akan di dapat.
Sangat disayangkan jika forum ini hanya digunakan sebagai pemanis badge saja..bukan?
he.he..... itulah manusia. ketika orang sibuk dengan bagaimana menata sekian proyeksi ke depan, masih saja ada yang sibuk merias dirinya.
mungkin saja menunjukkan bahwa masih banyak orang yang lagi alami krisis identitas......makanya mau numpang lewat.... cuma joke tapi mungkin ada benarnya juga.
katong mungkin bisa menyibukan sekian forum ini dengan diskusi yang bisa memberikan kontribusi bagi perkembangan daerah.
walau saat ini tidak terlibat secara langsung dalam pembangunan disana, tapi mungkin bisa mempersiapkan diri dan mencari kawan sebanyak2nya untuk sama2 bergerak...
Permalink Reply by RG on November 24, 2008 at 6:49am
yo thank you my bro...
dah ada pendukung nih...
btw sharing2 ya kalo ada ide..
sebenarnya beta ada ide gimana kalo berita perekonomian, hukum, atau apapun yang terjadi di NTT yang ada di surat kabar ntt bisa dimasukkan di forum ini juga..
namun sayangnya harus ada yang menjadi penanggungjawabnya..
satu lagi yang agak menghibur-mungkin-
teman2 yang punya bisnis tertentu bisa dimasukkin ke forum ini (not sell just promo/offer), apalagi kalo yang ada di tanah rantau. mungkin saja bisa diterapkan oleh sodara2 kita di NTT
Boleh juga tu, bung idenya.
Moderator disini siapa, nah beliulah yang akan mengarahkan/memandu kearah mana atau sebatas bahasan apa aja yang boleh dibahas dalam forum ini?
Saya kira forum ini sudah baik namun perlu perubahan manajemen waktu, misalnya ditampil beita atau isu atau opini pakar suatu masalah nanti akan dikomentari bersama warga academia pasti seru dan membuka wawasan kita...ok.
Sebagai awak saya beberkan tulisan Sabam Siagian soal kesiapan HB X menjadi presiden..bagaimana komentar Anda..saya tunggu....
by fritsdimu
Oleh Sabam Siagian
Krisis finansial global yang berawal di Amerika Serikat dengan terguncangnya pasar modal di Wall Street, New York, rupanya berimbas juga ke Indonesia. Akibatnya, beraneka-ragam. Yang amat menarik ialah, krisis finansial itu telah mencairkan pola kekuasaan di Indonesia yang dimiliki para tokoh politik yang sekaligus juga tokoh utama bisnis. Bagaimana peta perimbangan politik yang baru, agaknya hal itu memerlukan waktu sebelum situasinya mengental. Situasi kondisi politik Indonesia maupun tingkat atas, maupun di lapisan masyarakat yang berpendapatan serba cukupan cenderung encer.
Bakrie & Brothers yang menaungi sejumlah perusahaan di bidang pertambangan, perkebunan, telekomunikasi, gas & minyak, real estat dengan tokoh utamanya Aburizal Bakrie (resminya, non-aktif karena menjabat sebagai Menko Kesejahteraan Rakyat) amat terpukul. Apa persoalan sebenarnya yang dihadapi mereka, terlalu teknis untuk diuraikan di sini.
Namun, sampai tahap tertentu Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dapat diyakinkan bahwa sebagai kekuatan nasional, kelompok perusahaan ini perlu diselamatkan. Tema "nasional" atau jelasnya "pribumi" pada saat krisis rupanya berguna dilontarkan untuk menjadi perhatian bangsa.
Akibat politiknya yang interesan ditelusuri. Kalau sebelumnya adalah rahasia umum bahwa Partai Golkar secara de facto dikuasai oleh Bung Ical (Aburizal Bakrie), karena daya mampu finansialnya yang amat hebat, maka sekarang setelah Bakrie & Brothers menghadapi persoalan serius, bobot politiknya telah berkurang. Karena itu, keterangan Firman Soebagyo, Ketua Harian Pengendalian dan Pemenangan Pemilu Pusat Partai Golkar, kepada media sungguh menarik. Dengan perumusan sopan, ia kemukakan bahwa "Dapat dipahami jika ada kawan yang menghadapi masalah". Tapi, dia, tetap optimistis bahwa Aburizal Bakrie sebagai kader Partai Golkar akan tetap berusaha membantu pendanaan partai.
Dikabarkan, ada beberapa tokoh pemimpin partai lainnya yang langsung atau tidak langsung terimbas oleh krisis finansial, antara lain dengan anjloknya saham-saham yang mereka miliki. Mungkin karena musibah finansial itu suara tokoh-tokoh pemimpin partai itu akhir-akhir ini tidak begitu santer lagi.
*
Secara teoritis, perkembangan akhir-akhir ini memperkuat posisi Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Karena, posisi mereka masing-masing di puncak piramida birokrasi dan struktur kekuasaan, mereka dapat dikatakan berada di atas angin. Terutama, Jusuf Kalla boleh merasa beruntung, karena dengan goyahnya landasan finansial Aburizal Bakrie, maka posisinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar menjadi mantap.
Memang ada beberapa tokoh pemimpin potensial di jajaran Golkar, seperti Agung Laksono (Ketua DPR) dan Akbar Tanjung. Namun, mereka agaknya berambisi sampai calon wakil presiden saja. Di sini, kemungkinan akan timbul persoalan bagi Jusuf Kalla nantinya. Kalau dia menyatakan bersedia sekali lagi sebagai calon wakil presiden bersama Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden pada pencalonan 2009, bagaimana reaksi intern partai Golkar? Suara-suara yang menggerutu, kenapa sebagai partai besar, lebih besar dari Partai Demokrat, yang menjadi landasan politik SBY, Jusuf Kalla hanya berani tampil sebagai calon wapres, sudah mulai terdengar.
Namun, jelas kiranya, menjelang akhir November 2008 ini, calon-calon presiden yang secara realistis, masih merupakan faktor politik yang konkret hanya dua tokoh : Soesilo Bambang Yudhoyono, sekarang masih Presiden RI, dan Megawati Soekarno putri, mantan presiden, sekarang Ketua Umum PDI Perjuangan.
*
Dalam kerangka situasi masa kini, apakah pernyataan Sultan Hamengku Buwono X dari Yogyakarta, bahwa dia siap dan bersedia dicalonkan sebagai presiden dapat dianggap sebagai perkembangan yang relevan? Sultan tampil di hadapan rakyatnya di alun-alun depan kraton pada 28 Oktober lalu dalam sebuah ritual yang disebut "Pisowanan Ageng", dan menyatakan kesediaannya. Saya teringat akan cerita ayahnya, Hamengku Buwono IX, bagaimana pada saat saat penting dan genting dalam hidupnya beliau menerima "bisikan gaib". "Percaya atau tidak, terserah Anda, Saya ini didikan Barat, tapi saya mengalaminya dan saya patuh", demikian Sultan Hamengku Buwono IX. Mungkin saja HB X menerima "bisikan gaib" dan menurut salah seorang teman yang hadir, hari itu hujan tidak jadi turun sehingga rapat umum berlangsung lancar. Namun, dorongan gaib itu janganlah membuat HB X bersikap pasif. Dia harus kembangkan tekad, visi, organisasi, dan program konkret untuk berperan sebagai calon presiden yang serius.
Undang-Undang Pemilihan Presiden 2008 memang merupakan persyaratan yang berat : partai atau gabungan partai hanya dapat mengajukan pasangan kandidat jika memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah secara nasional.
Ada beberapa cara untuk mengatasinya. Pertama, krisis finansial dunia yang juga berimbas ke Indonesia telah mencairkan peta politik. Jangan terima begitu saja asumsi-asumsi politik yang dikemukakan para pakar. Kedua, kalau HB X memang serius mencalonkan diri sebagai presiden, maka terapkanlah organisasi kampanye Barack Obama. Ia telah memaksimalkan daya mampu teknologi informasi dengan mengerahkan beratus ribu tenaga sukarelawan. Tentunya, penerapannya perlu disesuaikan dengan kondisi budaya Indonesia.
Dalam waktu beberapa bulan ini, HB X harus menyusun melalui teknologi informasi, barisan pendukung yang lintas generasi, lintas tingkat pendapatan atau tingkat sosial, dan lintas partai. Bagaimana nantinya, sampai ada partai atau gabungan partai mendukung pencalonannya sesuai persyaratan undang-undang akan amat tergantung sampai di mana beliau berhasil menyusun suatu kekuatan konkrit di masyarakat. Juga penting untuk dipertimbangkan, jika HB X memang serius menjadi calon presiden RI untuk minta bantuan sejumlah kecil para pakar ulung di beberapa bidang yang urgen : mengatasi kemiskinan, kepastian hukum untuk menjamin pluralisme, sistem finansial dan perbankan yang sehat, perbaikan infrastruktur. Tim pakar inilah bertugas untuk menyusun bahan-bahan secara cepat dan padat selama kampanye kepada calon presiden HB X.
HB X tidak usah segan-segan dalam kampanyenya menunjuk pada beberapa kelemahan fatal pada kepemimpinan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono sehingga banyak persoalan yang dihadapi negara dan bangsa sekarang sebenarnya tidak usah terjadi.Kalau Hamengku Buwono X memang "all out" dalam perjuangannya merebut kursi Presiden RI tahun 2009, maka dapat diperkirakan dinamika politik Indonesia tahun depan akan berlangsung secara kritis dan kreatif produktif.
Penulis adalah pengamat perkembangan politik nasional
Permalink Reply by RG on November 26, 2008 at 8:01am
to Fy sister thanks bgt, kalo ada yang berminat jadi moderator silahkan, FY sister pun boleh juga jadi moderator hehehe..
buat kaka fritsdimu, iya kalo kita lihat memang tampilan webnya lumayan, diskusi2nya jg baik dan fasilitasnya mendukung, namun yang mungkin bisa kita angkat lebih jauh adalah bagaimana pemberitaan mengenai NTT itu sendiri, jadi pemberitaan mengenai NTT lebih di kembangkan di forum ini, sehingga jelas kita mengetahui perkembangannya dari berbagai hal seperti ekonomi, hukum, politik dll, semuanya dapat diambil dari surat kabar NTT, pos kupang mungkin menjadi andalan saya...
okelah kalo di bilang pos kupang sudah punya forum sendiri, lantas kita ikuti forum pos kupang, lalu apa gunanya forum academia ini??
back to FY sister, saya sendiri (di bandung sekarang) belum tau siapa saja yang mau menjadi moderator untuk pemberitaan dari surat kabar NTT-- mungkin yang menjadi fokus pertama saya adalah memuat berita yang berasal dari surat kabar-- karena banyak teman2 dan saya juga kurang mengetahui perkembangan NTT. (gubernur NTT saat ini aja saya ga tau hehehe...) oleh karena itu dibutuhkan teman yang ada di NTT/kupang mungkin atau teman jurnalis yang yang lebih tau dan mau/bersedia secara sukarela menjadi operatornya, dari luar NTT jg bisa tp mungkin cuma copy paste ^_^
intinya kita butuh berita dan hal2 lain dari NTT untuk di diskusikan bukan nasional saja yang dimuat, karna media yang memuat berita nasional sudah banyak
Ok setuju sekali jadi bagaimana angkat siapa yang jadi moderator ya..mungkin buat dulu pooling pendapat siapa yang moderator...ya opininya bukan saja seputar NTT tetapi Nasional juga yang kaitannya dengan kemajuan NTT jadi ibarat jangan seperti katak dalam tempurung.pandanglah dunia luar juga..ok..saya tunggu...
kaka, beta sependapat dengan kaka....termasuk beta mau tau banyak tentang CSR... apakah CSR itu diwajibkan untuk semua perusahaan ? atau hanya perusahaan dengan kategori bagaimana ? begini kaka.... beta kan guru di sebuah SMk di Kupang... nah selama ini program kepedulian sosial khususnya dibidang pendidikan dari perusahaan sepertinya belum merangkul SMk yang notabene penelor tenaga kerja mandiri, misalnya kita buat MOU untuk memperoleh modal bagi tamatan SMK yang sebenarnya dapat menciptakan lapangan kerja sendiri, seperti STM (SMK2), SMKK (SMK3), SMIK (SMK4) dll. coba deh sosialisasi program CSR di SMk juga termasuk produk kredit UKM dll.
beta malah pernah berpikir, bahwa perusahaan/UKM yang memiliki produk yang dapat ditangani oleh siswa SMk (kompetensi sesuai) harus / wajib menerima siswa magang yang merupakan program pendidikan link and match, sehingga tidak melulu mengejar untung, tetapi ikut pula memberikan bekal bagi generasi muda kita. gitu loh kaka....
Permalink Reply by RG on November 27, 2008 at 8:44am
hai Irene maksudnya irene tanya ke beta ko atau ke kaka frits?
na beta jawab sebisanya sa e.. hehehe
suatu perusahaan memberikan/melaksanakan CSR yang baik dengan catatan bahwa target CSR tersebut merupakan Stakeholder perusahaan yaitu pekerja/karyawan, pemegang saham/pemilik perusahaan, Supplier, Konsumen, Pesaing, Lingkungan sekitar.. dengan tujuan tertentu yang mampu mendukung kelangsungan usaha perusahaan..
kalo dari kasus yang beta liat di atas CSR yang dilaksanakan adalah penyediaan lapangan kerja sementar bagi lulusan sekolah khusu SMK/STM
kembali dilihat pertanyaan pertama apakah perlu semua perusahaan melakukan CSR?? yang harus diperhatikan adalah, apabila ada suatu jenis kegiatan yang dilakukan dan memberi kontribusi bernilai bagi kedua belah pihak baik secara langsung maupun tidak langsung dapat diktakan sebagai kegiatan CSR.. UKM merupakan jenis perusahaan dengan modal terbatas yang mampu menyerap tenaga kerja yang cukup. jika suatu UKM mampu mempekerjakan karyawan yang berasal dari lingkungan sekitar maka UKM tersebut jg telah melaksanakn CSR yang baik untuk mendukung kelangsungan hidup masyarakat sekitar..
jika sekolah mampu melakukan/memberikan kontribusi bagi siswanya untuk mandiri dan tindak lanjutnya adalah pemberian modal kerja setelah siswa tersebut lulus maka pihak sekolah telah melakukan CSR. lalu apakah setiap perusahaan wajib menyediakan tempat untuk magang?, kita lihat kembali MOU yang telah dibuat apakah benar mengikat atau tidak..
Ketentuan pasal 1338 KUHPerdata menjadi dasar hukum bagi kekuatan mengikat MoU itu.
Menurut pasal 1338, setiap perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang
bagi para pembuatnya. Dengan kata lain jika MoU itu telah dibuat secara sah, memenuhi
syarat-syarat sahnya perjanjian sebagaimana disebut dalam pasal 1320, maka kedudukan
dan/atau keberlakuan MoU bagi para pihak dapat disamakan dengan sebuah
undang-undang—yang mempunyai kekuatan mengikat dan memaksa. Tentu saja pengikat itu
hanya menyangkut dan sebatas pada hal-hal pokok yang termuat dalam MoU.
jadi isi perjanjian tersebut akan mengikat semua perusahaan yang telah melakukan perjanjian Mou tersebut apabila
Penggunaan istilah MoU harus dibedakan dari segi teoritis dan praktis. Secara teoritis dokumen
MoU bukan merupakan dokumen yang mengikat para pihak. Agar mengikat secara hukum,
harus ditindaklanjuti dengan perjanjian. Kesepakatan dalam MoU hanya bersifat ikatan moral.
Secara praktis MoU disejajarkan dengan perjanjian. Ikatan yang terjadi tidak hanya bersifat
moral, tetapi juga hukum.
perjajian tersebut mengikat atau tidak merupakan tindak lanjut bagi kedua pihak, dalam pengertian MOU hanya sebagai suatu pendahuluan atau dapat kita simpulkan unsur-unsur yang terkandung dalam MOU, yaitu:
1. Merupakan perjanjian pendahuluan;
2. Muatan materi merupakan hal-hal yang pokok;
3. Muatan materi dituangkan dalam kontrak/perjanjian.
CSR memang bukan untuk mengejar keuntungan bagi satu pihak namun bagi kelangsungan usaha dan kesejahteraan bersama
he he he sonde apa-apa to.... kan akhirnya terjawab juga... pertanyaan beta buat siapa saja yang mampu memberikan solusi..... brain storming .........cari-cari ide gila yang brilian buat NTT. maklum investasi SDM tidak dapat dirasakan dalam jangka pendek.....jadi bagi penguasa yang hanya ingin mengembalikan modal kampanyenya.... jangan harap fokus pada investasi SDM dibidang pendidikan......