KUPANG - Pemerintah pusat segera memulai pembangunan fisik pusat listrik tenaga uap (PLTU) Ropa di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Untuk PLTU Ropa, saat ini sedang dalam proses tender, sehingga paling lambat Desember ini sudah mulai dengan kegiatan pembangunan fisik," kata Kepala Subdin Pengembangan Potensi Daerah Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTT, Alex Djari di Kupang, Senin.
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan masalah ganti rugi tanah milik 11 warga yang menjadi lokasi pembangunan PLTU Ropa di Ende, Flores bagian Tengah.
Menurut dia, penyelesaian masalah tanah merupakan tanggungjawab PT. (Persero) PLN dan sejauh ini tidak ada masalah.
"Kalau masih ada masalah supaya segera diselesaikan karena setelah proses tender, perusahan yang memenangkan tender segera memulai kegiatan di lapangan," katanya.
PLTU Ropa berkekuatan 2,7 MW, mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di pulau Flores bagian tengah.
Dia menambahkan, ada potensi panas bumi di Atadei, Kabupaten Lembata yang saat ini sedang dalam pengeboran. Jika dua titik ini beroperasi seluruhnya, maka masalah listrik di Flores mulai dari Ende sampai ke Flores Timur dan Lembata bisa teratasi.
Mataloko
Mengenai PLTP Mataloko, dia mengatakan, masih ada permasalahan teknis sehingga belum bisa dioperasikan.
Manager Humas dan Hukum PT. PLN (Persero) Wilayah NTT, Buce Lioe secara terpisah mengatakan, kekuatan listrik yang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko di Kabupaten Ngada yang semula berkekuatan 2,5 MW mengalami penurunan menjadi 1,5 MW.
Penurunan tekanan listrik di PLTP Mataloko ini disebabkan karena terjadi penurunan uap dan tekanan listrik sehingga tidak mampu menggerakan turbin pembangkit listrik yang telah didesain untuk kekuatan 2,5 MW.
"PLTP Mataloka sebelumnya sudah dijadwalkan akan beroperasi pada akhir tahun 2007 lalu, tetapi karena masalah penurunan tekanan listrik sehingga rencana itu masih tertunda sampai saat ini," katanya.
Menurut dia, turbin penggerak tenaga listrk ini harus didesain ulang untuk disesuaikan dengan tekanan listrik agar PLTP itu bisa segera difungsikan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Untuk PLTP Ulumbu di Manggarai, ujung barat Pulau Flores, kata dia, masih dalam proses pembangunan dan diharapkan sudah bisa selesai paling lambat pada 2010. Dewi *Antara
Tags:
Share
-
▶ Reply to This