Debat TVONE yang menghadir pengacara PDIP dan perwakilan Partai Pemenang Pemilu (versi Quick count) Sutan Bhatagona memperlihatkan dengan sangat jelas kualitas kader-kader partai Demokrat. Sutan Bhatogona yang sangat kelihatan terbawa euforia kemenangan partainya berbicara dengan penuh percaya diri, kendati sangat jelas keluar dari topik debat.
Sebagai pemirsa, saya mengharapkan sebuah debat yang berkualitas, berbobot yang bisa menjadi pelajaran politik bagi masyarakat. Namun yang muncul debat-debat dangkal yang menunjukkan rendahnya kualitas kader-kader partai.
Persoalan yang diangkat TVONE untuk didebatkan begitu urgen: pelanggaran pemilu. Dua hal penting yang perlu diiskusikan: Hak politik masyarakat dan rasa keadilan partai-partai yang merasa dirugikan. Fakta tak terbantakan yang disampaikan Sutan: Demokrat adalah partai pemenang pemilu, adalah benar. Tidak ada seorang pun yang bisa membantahnya (secara de facto). Tetapi, ketidakberesan yang diangkat PDIP. Hanura dan Gerindra adalah juga suatu fakta yang tidak terbantahkan. Karena debat diharapkan bisa mengakomodir kedua fakta ini.
Namun kenyataannya sangat berbeda. Sutan Bhatagona secara tidak cerdas menilai bahwa reakasi PDIP, Hanura dan Gerindra hanyalah reaksi karena menjadi 'pecundang'.Lebih tidak cerdas lagi Sutan menyatakan bahwa Demokrat tidak sekedar menjadi mendukung tetapi berada di depan untuk menyelesaikan semua persoalan hukum. Mengapa saya mengatakan tidak cerdas?
Pertama: ketidakberesan pelaksanaan pemilu tahun ini adalah sebuah kenyataan. Jika reaksi beberapa partai politik itu karena kalah dalam pemilu, pertanyaan untuk Sutan: Apakah media-media massa juga menjadi lawan politik Demokrat yang merasa sebagai 'pecundang' lalu ikut memberitakan ketidakberesan pemilu 2009. Sutan itu kenyataan. Saya sebagai masyarakat pemilih, yang tidak bisa menggunakan hak saya merasa perlu menuntut keadilan.
Kedua: jika Demokrat selalu berada di depan keetika memperjuangkan persoalan hukum, dimana batang hidungmu Sutan, ketika masyarakat dan Panwaslu mencari keadilan di hadapan hukum untuk mendapatkan hak pilih? Di manakah dirimu hai partai Demokrat ketika Panwaslu dengan susah payah mencari barang bukti pelanggaran pemilu oleh KPU.
Dinamika politik pasca pemilu ini memang menunjukkan dengan sangat jelas kualitas kader-kader partai demokrat. Lepasnya golkar dari negosiasi koalisi dengan Demokrat adalah sebuah kesalah besar demokrat. Pemerintahan yang kuat adalah pemerintah yang didukung oleh mayoritas legislatif. Bagaimana nasibnya pemerintahan mendatang jika justru koalisi oposisi di legilatif yang lebih besar. Demokrat, belajarlah dari kegagalan PDIP dalam pemilihan presiden tahun 1999. Satu saja kesalahan mereka. AROGANSI. Jangan sampai tersandung pada batu yang sama.
salam
Mat S. Leter
Tags: bhatagona, menggelikan, sutan
Share
You need to be a member of Kampung Academia NTT to add comments!
Join this Ning Network