SBY dan tim suksesnya sangat terlihat begitu gerah dengan panasnya pertarungan menuju RI 1. Kegerahan ini menunjukan bahwa ada kecemasan di kubuh SBY jangan sampai kalah dalam pertarungan ini. Kendati survei yang dilakukan LSI yang nota benenya 'dibayar' kubu SBY menunjukkan SBY menang dalam satu putaran, tidak bisa disangkal isu neolib telah cukup signifikan meredupkan gemerlap SBY.
Kecemasan kubu SBY ini terlihat begitu jelas dalam reaksi tim sekses SBY terhadap berbagai isu yang dilontarkan lawan politiklnya. Sebut saja: reaksi terhadap isu neolib, reaksi terhadap kritik tentang hasil survei, dana pilpres, dll.
Yang menarik bahwa, semakin kubu SBY membela diri terhadap isu Neolib, perlahan-lahan semakin jelas bahwa banyak kebijakan SBY yang menunjukkan dirinya memang Neolib. Sebut saja: mendapat keuntungan sebesar mungkin dalam penjualan energi, lalu memberi masyarakat sedikit mungkin dengan BLT. Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan, dll. Hal menarik lainnya adalah gencarnya propaganda lunasnya utang indonesia di IMF tetapi nyatanya utang indonesia meningkat 400 triliun. Tahun 2004 setiap perkapita menanggung utang negara 5 juta lebih, sekarang meningkat menjadi 7,2 juta perkapita.
Pertanyaan: apa makna jargon SBY , LANJUTKAN! Apakah melanjutkan peningkatan tanggungan hutang luar negri perkapita? Semoga tidak terjadi.
Isu neolib itu sendiri telah menaikan pamor Mega - Prabowo. Iklan santun dan menarik dari kubu ini menarik perhatian banyak pihak. Apalagi terobosan seperti kontrak politik dengan mahasiswa untuk menghapus BHP, janji menghapus UNAS, dll sangat menarik perhatian.
Kecemasan SBY memuncak dengan mengulirkan strategi satu putaran. Strategi dilakukan karena kekuatiran kubu SBY jika pilpres harus dua putarean maka yang untung adalah koalisi besar. SBY takut kalah di putaran kedua. Namun secara kasat mata kita bisa katakan sangat sulit SBY menang dalam satu putaran. Bali masih dikuasai Mega. Pengaruh Mega di Indonesia Timur juga masih sangat kuat. Mega juga masih punya kemungkinan meraup suara di Jawa tengah dan Jawa Timur. Karena itu nonsense untuk satu putaran.
Tags:
Share
You need to be a member of Kampung Academia NTT to add comments!
Join this Ning Network