PASKAH adalah tentang MELAYANI dan PENGORBANAN. Refleksi terdalam dari merayakan paskah adalah bagaimana menjalankan kedua hal ini dalam perilaku setiap hari sebagai yang terdalam dari CINTA. “tak ada kasih yang paling agung dari pada orang yang menyerahkan Nyawa demi orang yang di CINTA-NYA”, itulah hal yang menurut saya harus direfleksikan dan di jalankan oleh orang yang merayakan Paskah, agar tidak menjadi seremoni tahunan belaka.
Paskah kali ini menjadi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada yang harus dikorbankan oleh umat kristiani yang merayakannya. Harus berbagi konsentrasi dengan pemilu di awal prosesi Paskah. Di tengah melorotnya kepercayaan masyarakat terhadap system politik di negeri ini, pemerintah masih saja melakukan kebijakan yang kontroversial. Susah untuk di prdiksi , Negara ini hendak di bawa kemana. Semakin lama semakin banyak kebijakan yang tidak populis. Kemiskinan, kelaparan yang sistematis, melonjaknya harga barang, PHK yang gila-gilaan akibat terpaan krisis global, keterbelakangan, repressivitas apparatus Negara terhadap masyarakat seperti yang terjadi Sukolilo, kecelakaan pesawat, membumbungnya harga pendidikan menambah daftar sekian persoalan kerakyatan yang sepanjang sejarah berdirinya Negara ini teidak pernah di selesaikan sebagai wujud dari hak rakyat ketika bernegara dan membayar pajak.
Sudah terlalu banyak harga yang di bayar oleh rakyat untuk mendapatkan hidup yang layak di negeri ini, yang tidak pernah tercapai. Yang terjadi Negara ini milik sekelompok manusia oportunis dan hipokrit, oligarkhi manusia tamak dan rakus, yang segera melupakan rakyat dan janji-janji politik mereka ketika selesai pencoblosan.
Dari semua kisah ini yang selalu dikorbankan adalah rakyat. Tentu ini bukan makna pengorbanan yang hendak di refleksikan dalam masa Paskah. Pengorbanan karena cinta berbeda dengan dikorbankan karena watak rakus manusia. Melawan kesewenang-wenangan adalah pengorbanan untuk tidak hidup nyaman, di tengah penderitaan rakyat dan masyarakat yang lupa ingatan, ketika sebagian besar orang memilih untuk hidup nyaman dan menutup mata atas sekian perasalahan yang terjadi, yang kita alami dan kita hadapi setiap hari.
Selamat merayakan Paskah bagi merayakan, sambil berharap bahwa pengorbanan demi berjalannya pemilu kali ini bias membawa perubahan bagi negeri ini. Sebuah harga yang pantas untuk makna sebuah pengorbanan. Ketika ini tidak tercapai, sudah saatnya bagi kita untuk tidak lagi dan jangan lagi percaya, dengan segala kebohongan yang sudah pernah kita alami.
Tags:
Share
You need to be a member of Kampung Academia NTT to add comments!
Join this Ning Network