Kampung Academia NTT

Kampungnya orang kampung NTT

[Moko] Belumlah lengkap kalau datang ke Alor hanya untuk menikmati panorama alam di daratan atau di bawah permukaan laut. Kunjungilah Museum Seribu Moko atau datangilah perkampungan adat tradisional di Takpala atau Monbang.

Di sana ada benda unik yang disebut dengan Moko. Moko adalah ‘Mas Kawin’ yang harus dipenuhi seorang laki-laki jika ingin meminang seorang perempuan Alor.

Kabupaten Alor selain dikenal sebagai Kabupaten Nusa Kenari tetapi juga dikenal sebagai Pulau Seribu Moko. Julukan ini sangat tepat karena Moko hanya ada di Kabupaten Alor.

Tak heran kemudian, Pemerintah Kabupaten Alor di masa Pemerintahan Ir. Ans Takalapeta, mendiringan suatu museum yang diberi nama Museum Seribu Moko.

Di Museum yang terletak di Batutenata ini, para pengunjung bisa menyaksikan sederetan Moko dalam berbagai ukuran dan jenisnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Budpar) Kabupaten Alor, Drs. Y.O.Buling, M.Si, mengemukakan, Moko atau Nekara merupakan Gendang besar yang dibuat dari perunggu dan digunakan dalam upacara pemujaan terhadap leluhur.

Moko dengan berbagai ukuran, desain dan motif diakui sebagai benda cagar budaya yang dilindungi Undang-undang. Keunikan dan nilai sejarahnya menjadikan Moko sebagai salah satu daya tarik wisata budaya di Kabupaten Alor.

Untuk bisa melihat dan mengetahui ukuran dan jenisnya, para wisatawan bisa datang ke Museum Seribu Moko yang berlokasi di Batutenata. Cuma 20 menit dengan mikrolet atau ojek dari Bandara Mali, atau cuma 10 menit dari Pelabuhan Laut Kalabahi.

Di museum ini, ada beragam Moko. Banyak peneliti sudah mencoba untuk mengungkap misteri di balik Moko, tapi hingga kini belum ada jawaban yang pasti soal keberadaannya di Kabupaten Alor.

Selain adanya daya tarik Moko, Kabupaten Alor, ungkap Kadis Budpar, daya tarik wisata lainnya di Kabupaten Alor adalah Desa-desa Adat beserta kehidupan tradisional masyarakatnya.

Desa Bampalola, Takpala, Monbang, Kopidil, memiliki keunikan budaya, tarian, nyanyian serta rumah-rumah adat tradisional dan permainan rakyat dan cerita rakyat.

Di bidang kepariwisataan, Kabupaten Alor sementara terus membenahi fasilitas-fasilitas pendukung seperti Hotel, Restoran, Cottage, Home Stay, dan
lain-lain. Terdapat 10 tempat penginapan dengan jumlah kamar 121 kamar.

Kadis Budpar, Y.O. Buling, menjelaskan, pada saat ini, rute penerbangan langsung dari Jakarta, Denpasar dapat dinikmati dengan transportasi udara dengan jadwal setiap hari menggunakan Merpati Nusantara Air Lines dan Trans Nusa.

Selain itu, ada pula transportasi laut dengan menggunakan jasa pelayaran. PT PELNI dan Kapal Feri sehingga tidak menyulitkan bagi wisatawan untuk segera tiba di destinasi wisata Kabupaten Alor.

Sementara untuk transportasi lokal tersedia angkutan seperti mikrolet, jeep panser, mini bus, speed, ojek, perahu motor dan lain-lain.

“Berbagai promosi telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Alor baik yang berskala nasional seperti Festival Flobamora, Expo Alor ataupun berskala international seperti Sail Indonesia yang diikuti oleh peserta Lomba Layar dari berbagai Negara yaitu Australia, Amerika, Canada, Italia, Rusia, Jepang, Jerman, dan lain-lain. Event-event ini dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2002 sampai dengan saat ini sehingga Kabupaten Alor semakin dikenal,“ ujar Buling bangga.

Sekedar tahu saja, untuk mendukung Kabupaten Alor sebagai salah satu destinasi wisata, saat ini sudah tersedia sejumlah hotel sebagai jasa penginapan dengan harga yang relatif murah.

Kadis Budpar menjelaskan, sebagai salah satu destinasi wisata, maka pemerintah dan masyarakat atau semua stakeholder di daerah ini harus secara bersama-sama menjaga dan menciptakan keamanan dan ketertiban agar para wisatawan bisa betah untuk tinggal lebih lama di Kabupaten Alor.

Untuk mendukung pengembangan pariwisata, pihaknya kata Buling, saat ini sedang mengajukan proposal pembuatan master plan kepada Bupati Alor dan DPRD Alor guna meminta persetujuan sehingga pembangunan dan pengembangan dilakukan secara terpadu. Dengan demikian semua stakeholder bisa ada rasa memiliki terhadap daerah ini.

[Nekara] Sementara itu, Abdurahman Sang, S.Sos, M.Si, salah satu pejabat pada Dinas Budpar Kabupaten Alor, mengatakan, dalam mendesain sebuah master plan, dibutuhkan peran aktif semua pihak dengan memberikan masukan kepada pihaknya tentang apa saja yang mau dilakukan dan dibangun pada objek-objek pariwisata. Hal ini sangat penting pariwisata dibangun secara terpadu dan terintegrasi.

Kunjungi Museum

Sementara itu, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar RI) mengampanyekan kepada masyarakat Indonesia dan dunia agar gemar mengunjungi museum. Dengan mengunjungi museum, kita akan banyak mengetahui jati diri bangsa kita sendiri.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, mengampanyekan tindakan gemar mengunjungi museum dan mempromosikan musuem di kalangan masyarakat Indonesia.

"Sejak awal menjadi Menteri salah satu tekad besar saya adalah mempopulerkan museum di mata bangsa Indonesia,” kata Menbudpar Jero Wacik di Jakarta, Jumat (24/4), ketika memberikan sambutan dalam Pameran Gebyar Adikriya Sulam Indonesia.

Ia mengatakan, sejak awal ia menetapkan agenda utama yaitu tindakan gemar mengunjungi dan kampanye museum kepada masyarakat.

Menurutnya, dengan gemar mengunjungi museum-museum maka masyarakat akan mengetahui fakta bahwa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki sejarah yang besar. "Banyak jejak bangsa kita di masa lalu yang terekam di museum baik di daerah maupun di Jakarta sendiri," katanya.

Oleh karenanya, ia mengajak kepada seluruh masyarakat di tanah air untuk mulai gemar menggalakkan kunjungan ke museum. Bahkan jika perlu, katanya, acara-acara penting yang menghadirkan masyarakat dari berbagai kalangan diselenggarakan di museum.

"Daripada acara di selenggarakan di gedung atau hotel lebih baik di museum karena di tempat itulah kita bisa sekaligus berbangga menjadi bangsa Indonesia," katanya.

Jero merasa bangga dengan tanggal lahirnya yang bersamaan dengan ulang tahun Museum Nasional (Museum Gajah) di Jakarta setiap tanggal 24 April.

Menanggapi hal itu, Ibu Negara Ani Yudhoyono, mendukung gerakan mempromosikan museum. "Mari kita ikut mempromosikan kepada anak-anak kita, handai tolan, dan wisatawan mancanegara untuk mengunjungi museum," katanya.

Menurutnya, dengan mengunjungi museum masyarakat akan dapat membayangkan berbagai hal yang pernah dilakukan nenek moyang bangsa Indonesia dalam hal karya seni dan lain-lain.

"Diharapkan kita akan tergugah untuk menjaga, memelihara, dan mengembangkan nilai-nilai besar yang terkandung dalam benda-benda bersejarah yang tersimpan di museum," katanya.

Sementara itu, Rasid Sina, staf pada museum seribu moko, kepada NTT Online belum lama ini menyatakan pengunjung yang datang dari berbagai kalangan baik wisatawan manca negara maupun pengunjung yang ada di daera. Jumlah pengunjung yang datang pun tidak menentu, Sejak Januari-Maret 2009 pengunjung yang datang sebanyak 167 orang.

“Kebanyakan mereka yang berkunjung adalah instansi yang melakukan tugas di Alor, masyarakat umum yang ingin melihat Nekara dan anak-anak sekolah yang mengerjakan tugas-tugas dari sekolah,

Share 

Add a Comment

You need to be a member of Kampung Academia NTT to add comments!

Join this Ning Network

About

masboi masboi created this Ning Network.

Latest Activity

November 10
November 3
Addie Nappoe bandung hujan lagi euy.....
October 26
Prisilia and Roy Riwu Rohi are now friends
October 25
Addie Nappoe i miss u kupang city....!!
October 22
eLis Runesi Lagi Sariawan nech...
October 22
RG pengen liat koment.. btw kok pada sepi sih? ayo dong.. jangn ditinggalin nih kampung :D mau sibuk sm fcbook tp ttp buka kampung NTT ok all..
October 21
Ricky Meco and alfred manehat are now friends
October 9

Badge

Loading…

© 2009   Created by masboi on Ning.   Create a Ning Network!

Badges  |  Report an Issue  |  Privacy  |  Terms of Service